(artikel ini diterbitkan lebih awal di
www.adeadransyahlan.com dan telah dishare Andrew Darwis di twitternya
http://bit.ly/gXJgns+)
****
"Bagi saya, Kaskus ibarat kutukan. Bayangkan saja, saya susah tidur dibuatnya. Dan susah juga aktifitas lain. Sedang enak kongkow sama teman-teman, tiba-tiba ada kabar server down. Saya harus segera membereskan. Kutukan, tapi saya senang juga.''
Andrew Darwis, owner Kaskus.us, mengungkapkan hal tersebut pada seminar "Digitalpreneur- Peluang Usaha Kreatif dan Inovatif versi Anak Muda" di Hotel Pacific, Batam, Kamis (27 Jan 2011). Pada seminar yang ditaja Batam Pos Enterpreneur School (BPES) tersebut, Andrew tampil sangat bersahaja dan bergaya anak muda.

Baju kemeja putih lengan panjang yang dikeluarkan, dipadu dengan celana jeans biru. Dia pun mengaku terus terang, tak pandai bercakap-cakap bak peseminar hebat. Makanya, dia cukup menampilkan diproyektor apa yang sudah dibuat diri dan timnya. Dan tinggal memencet semua itu dari hapenya.
Tapi ketika ditanya peserta seminar, mulai mengapa diberi nama Kaskus, dan bagaimana perjuangannya, jawaban Andrew sangatlah "manusiawi". Tanpa banyak diplomatis atau ditutup-tutupi. Bahkan dia enak saja mengakui, bahwa Kaskus sempat dicap porno, sebelum orang lain bertanya tentang hal itu, yakni ketika seorang dosen berjilbab menyatakan bahwa di kampus mereka, Kaskus diblokir. Dan terlihat sekali, bagaimana Andrew bermain pada kutukan yang dia sebutkan itu.
"Kami kan awalnya bertiga. Ketika kami lihat di Kaskus yang online tiga orang. Berarti kami saja itu. Lalu besok tambah satu. Kami semangat, eh ada yang berkunjung. Mungkin tersesat tuh. Hingga seterusnya bertambah. Hingga capai jutaan sekarang."
Hmmm...kalau saya, lagi beruntung. Ketika moderator menyebut nama saya untuk diberi kesempatan bertanya, saya menggeleng tidak. Ini karena, sebelum acara dimulai, saya kebetulan sudah diplot si pemilik acara GM BPES, Lisya Anggraini duduk di samping Andrew. Juga di meja yang sama, ada Gani, owner Inforsys, sahabat saya yang punya bisnis digital juga, dan sangat membanggakan Batam.
Saya juga bisa curhat pada Andrew, karena nama saya dikabarkan jelek (peristiwa pencurian paypal- lihat artikel lain di blog ini) dan tersebar luas berkat Kaskus, tapi untung bisa dijelaskan lagi, juga berkat Kaskus. Dan saya juga curhat, belum berani berjualan domain serius di Kaskus, karena di sana banyak yang sangat jagoan hingga kadang ribet menjelaskan. Untuk soal jualan itu, Andrew membenarkan. "Iya, kadang malah nanti jadi saling perang pendapat ya."
Sebagai warga Batam, saya pun memperkenalkan Andrew ciri khas Batam. "Andrew sudah dibawa minum teh obeng?" Saya menyatakan itu pada Gani, yang dijawab belum. Andrew penasaran. Saya bilang pada Gani jangan diungkapkan sekarang. Andrew yang dari Bandara Hang Nadim langsung datang ke tempat seminar, tentu saja makin penasaran. Apalagi, moderator sempat menanyakan hal sama juga tentang teh obeng.
Semoga malam hari sesudah seminar, Andrew dibawa Gani atau Lisya menikmati teh obeng. Biar dia tahu juga, bahwa Teh Obeng dan Kaskus yang kata Andrew adalah kutukan dan diambil namanya dari Kasak-kusuk, ternyata sama-sama bernama lucu tapi tetap enak dinikmati dan diperlukan.